
Menguasai Materi Matematika Kelas 10 Semester 2: Contoh Soal UTS dan Pembahasan Mendalam
Menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS) adalah momen penting bagi setiap siswa untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari. Matematika, sebagai salah satu mata pelajaran fundamental, seringkali menjadi tantangan tersendiri. Terutama di Kelas 10 Semester 2, materi yang disajikan cenderung lebih kompleks dan membutuhkan pemahaman konseptual yang kuat serta kemampuan pemecahan masalah yang baik.
Artikel ini hadir untuk membantu Anda mempersiapkan diri menghadapi UTS Matematika Kelas 10 Semester 2. Kami akan menyajikan beberapa contoh soal yang representatif dari topik-topik kunci, lengkap dengan pembahasan mendalam yang akan mengupas tuntas setiap langkah penyelesaiannya. Dengan memahami contoh soal dan pembahasannya, diharapkan Anda dapat membangun kepercayaan diri dan strategi belajar yang efektif.
Mari kita mulai dengan meninjau beberapa topik penting yang biasanya muncul dalam UTS Matematika Kelas 10 Semester 2. Topik-topik ini meliputi:

- Trigonometri Dasar: Konsep sinus, kosinus, tangen, identitas trigonometri, serta aplikasi dalam segitiga siku-siku dan segitiga sembarang.
- Fungsi Kuadrat: Grafik fungsi kuadrat, menentukan titik puncak, sumbu simetri, akar-akar persamaan kuadrat, serta aplikasi dalam masalah kontekstual.
- Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Dua Variabel: Representasi grafis, menentukan daerah penyelesaian, serta penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel.
- Vektor: Operasi vektor (penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar), vektor posisi, serta aplikasi dalam geometri.
Contoh Soal 1: Trigonometri – Menjelajahi Segitiga Siku-siku
Soal:
Dalam sebuah segitiga siku-siku ABC, dengan siku-siku di B. Jika panjang sisi AB = 8 cm dan panjang sisi BC = 15 cm, tentukan nilai dari:
a. sin A
b. cos A
c. tan A
d. sin C
e. cos C
f. tan C
Pembahasan:
Sebelum kita menghitung nilai perbandingan trigonometri, langkah pertama adalah memahami hubungan antara sisi-sisi dalam segitiga siku-siku dan sudut-sudutnya. Kita perlu menentukan panjang sisi miring (hipotenusa).
-
Langkah 1: Mencari Panjang Sisi Miring (AC)
Menggunakan teorema Pythagoras: $AC^2 = AB^2 + BC^2$
$AC^2 = 8^2 + 15^2$
$AC^2 = 64 + 225$
$AC^2 = 289$
$AC = sqrt289$
$AC = 17$ cmJadi, panjang sisi miring (hipotenusa) adalah 17 cm.
-
Langkah 2: Menghitung Perbandingan Trigonometri untuk Sudut A
Dalam segitiga siku-siku ABC:- Sisi depan sudut A adalah BC = 15 cm.
- Sisi samping sudut A adalah AB = 8 cm.
- Sisi miring (hipotenusa) adalah AC = 17 cm.
a. sin A = Sisi Depan / Sisi Miring = BC / AC = 15 / 17
b. cos A = Sisi Samping / Sisi Miring = AB / AC = 8 / 17
c. tan A = Sisi Depan / Sisi Samping = BC / AB = 15 / 8 -
Langkah 3: Menghitung Perbandingan Trigonometri untuk Sudut C
Dalam segitiga siku-siku ABC:- Sisi depan sudut C adalah AB = 8 cm.
- Sisi samping sudut C adalah BC = 15 cm.
- Sisi miring (hipotenusa) adalah AC = 17 cm.
d. sin C = Sisi Depan / Sisi Miring = AB / AC = 8 / 17
e. cos C = Sisi Samping / Sisi Miring = BC / AC = 15 / 17
f. tan C = Sisi Depan / Sisi Samping = AB / BC = 8 / 15
Analisis Tambahan:
Perhatikan bahwa sin A = cos C dan cos A = sin C. Ini adalah sifat penting dalam trigonometri segitiga siku-siku, di mana jumlah sudut A dan C adalah 90 derajat (sudut lancip yang saling berkomplemen).
Contoh Soal 2: Fungsi Kuadrat – Menggali Sifat Grafik
Soal:
Diketahui fungsi kuadrat $f(x) = x^2 – 6x + 8$.
a. Tentukan koordinat titik puncak parabola.
b. Tentukan persamaan sumbu simetri.
c. Tentukan akar-akar persamaan kuadrat $f(x) = 0$.
d. Gambarkan sketsa grafik fungsi kuadrat tersebut.
Pembahasan:
Fungsi kuadrat $f(x) = ax^2 + bx + c$ memiliki bentuk grafik parabola. Untuk menemukan sifat-sifatnya, kita perlu mengidentifikasi nilai a, b, dan c.
-
Langkah 1: Identifikasi Koefisien
Dalam fungsi $f(x) = x^2 – 6x + 8$, kita memiliki:
$a = 1$
$b = -6$
$c = 8$
Karena $a > 0$, maka parabola terbuka ke atas. -
Langkah 2: Menentukan Koordinat Titik Puncak
Koordinat titik puncak $(x_p, y_p)$ dapat dihitung dengan rumus:
$x_p = -b / (2a)$
$y_p = f(x_p)$ atau $y_p = -(b^2 – 4ac) / (4a)$$x_p = -(-6) / (2 times 1) = 6 / 2 = 3$
Sekarang substitusikan $x_p = 3$ ke dalam fungsi $f(x)$:
$y_p = f(3) = (3)^2 – 6(3) + 8$
$y_p = 9 – 18 + 8$
$y_p = -1$Jadi, koordinat titik puncak parabola adalah (3, -1).
-
Langkah 3: Menentukan Persamaan Sumbu Simetri
Persamaan sumbu simetri adalah garis vertikal yang melewati titik puncak, sehingga persamaannya adalah:
$x = x_p$
$x = 3$ -
Langkah 4: Menentukan Akar-akar Persamaan Kuadrat
Akar-akar persamaan kuadrat $f(x) = 0$ adalah nilai-nilai $x$ yang membuat fungsi bernilai nol. Kita bisa menggunakan pemfaktoran atau rumus kuadrat (rumus ABC).Menggunakan pemfaktoran:
$x^2 – 6x + 8 = 0$
Kita mencari dua bilangan yang jika dikalikan menghasilkan 8 dan jika dijumlahkan menghasilkan -6. Bilangan tersebut adalah -2 dan -4.
$(x – 2)(x – 4) = 0$Maka, akar-akarnya adalah:
$x – 2 = 0 implies x = 2$
$x – 4 = 0 implies x = 4$Jadi, akar-akar persamaan kuadrat $f(x) = 0$ adalah x = 2 dan x = 4.
-
Langkah 5: Menggambar Sketsa Grafik
Untuk menggambar sketsa grafik, kita memerlukan beberapa titik penting:- Titik Puncak: (3, -1)
- Akar-akar (Titik Perpotongan dengan Sumbu X): (2, 0) dan (4, 0)
- Titik Perpotongan dengan Sumbu Y: Nilai $f(0)$
$f(0) = (0)^2 – 6(0) + 8 = 8$. Jadi, titiknya adalah (0, 8).
Sketsa grafik akan menunjukkan parabola yang terbuka ke atas, memotong sumbu X di x=2 dan x=4, memotong sumbu Y di y=8, dan memiliki titik terendah di (3, -1).
Analisis Tambahan:
Titik puncak memberikan informasi tentang nilai minimum atau maksimum fungsi. Akar-akar menunjukkan di mana grafik memotong sumbu horizontal, yang penting untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan nilai nol. Sumbu simetri membantu kita memahami simetri grafik.
Contoh Soal 3: Persamaan Linear Dua Variabel – Mengenal Daerah Penyelesaian
Soal:
Tentukan daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linear berikut pada bidang Kartesius:
- $2x + y ge 6$
- $x + 3y le 9$
- $x ge 0$
- $y ge 0$
Pembahasan:
Sistem pertidaksamaan linear ini menggambarkan sebuah daerah pada bidang Kartesius yang dibatasi oleh beberapa garis. Langkah-langkah penyelesaiannya adalah sebagai berikut:
-
Langkah 1: Mengubah Pertidaksamaan Menjadi Persamaan Garis
Kita akan mencari persamaan garis yang menjadi batas daerah penyelesaian.- $2x + y = 6$
- $x + 3y = 9$
- $x = 0$ (Sumbu Y)
- $y = 0$ (Sumbu X)
-
Langkah 2: Menentukan Titik Potong Garis-garis Tersebut
- Garis 1 ($2x + y = 6$):
Jika $x = 0$, maka $y = 6$. Titik: (0, 6)
Jika $y = 0$, maka $2x = 6 implies x = 3$. Titik: (3, 0) - Garis 2 ($x + 3y = 9$):
Jika $x = 0$, maka $3y = 9 implies y = 3$. Titik: (0, 3)
Jika $y = 0$, maka $x = 9$. Titik: (9, 0)
Kita juga perlu mencari titik potong antara Garis 1 dan Garis 2.
Dari $2x + y = 6$, kita dapatkan $y = 6 – 2x$.
Substitusikan ke persamaan kedua:
$x + 3(6 – 2x) = 9$
$x + 18 – 6x = 9$
$-5x = 9 – 18$
$-5x = -9$
$x = 9/5$Sekarang cari nilai $y$:
$y = 6 – 2(9/5) = 6 – 18/5 = (30 – 18) / 5 = 12/5$
Titik potong kedua garis adalah (9/5, 12/5). - Garis 1 ($2x + y = 6$):
-
Langkah 3: Menguji Titik untuk Menentukan Arah Daerah Penyelesaian
Untuk setiap pertidaksamaan, kita ambil satu titik uji (biasanya titik (0,0) jika tidak berada pada garis) untuk menentukan sisi mana dari garis yang memenuhi pertidaksamaan.-
$2x + y ge 6$:
Uji titik (0,0): $2(0) + 0 = 0$. $0 ge 6$ adalah salah. Jadi, daerah penyelesaian berada di atas atau di luar garis $2x + y = 6$. -
$x + 3y le 9$:
Uji titik (0,0): $0 + 3(0) = 0$. $0 le 9$ adalah benar. Jadi, daerah penyelesaian berada di bawah atau di antara garis $x + 3y = 9$. -
$x ge 0$:
Ini berarti daerah penyelesaian berada di sebelah kanan atau pada sumbu Y. -
$y ge 0$:
Ini berarti daerah penyelesaian berada di atas atau pada sumbu X.
-
-
Langkah 4: Mengarsir Daerah Penyelesaian
Daerah penyelesaian adalah daerah yang memenuhi SEMUA kondisi pertidaksamaan secara bersamaan.- Daerah yang dibatasi oleh $x ge 0$ dan $y ge 0$ adalah kuadran pertama.
- Dari kuadran pertama, kita perlu mencari daerah yang berada di atas garis $2x + y = 6$ DAN di bawah garis $x + 3y = 9$.
Titik-titik sudut dari daerah penyelesaian adalah:
- Titik potong Garis 1 dengan sumbu Y: (0, 6) – Namun, ini akan dibatasi oleh garis $x+3y=9$.
- Titik potong Garis 2 dengan sumbu X: (9, 0) – Namun, ini akan dibatasi oleh garis $2x+y=6$.
- Titik potong Garis 1 dengan Garis 2: (9/5, 12/5).
- Titik potong Garis 1 dengan sumbu X: (3, 0) – Memenuhi $x ge 0$ dan $y ge 0$.
- Titik potong Garis 2 dengan sumbu Y: (0, 3) – Memenuhi $x ge 0$ dan $y ge 0$.
Perhatikan bahwa pertidaksamaan $x ge 0$ dan $y ge 0$ membatasi kita pada kuadran pertama.
- Garis $2x + y = 6$ melewati (3,0) dan (0,6). Karena $2x+y ge 6$, maka daerahnya adalah yang di atas garis ini (menjauhi (0,0)).
- Garis $x + 3y = 9$ melewati (9,0) dan (0,3). Karena $x+3y le 9$, maka daerahnya adalah yang di bawah garis ini (mendekati (0,0)).
Daerah penyelesaian yang memenuhi keempat pertidaksamaan adalah sebuah segi empat yang dibentuk oleh titik-titik sudut:
- Titik potong $2x + y = 6$ dengan sumbu X: (3, 0)
- Titik potong $x + 3y = 9$ dengan sumbu Y: (0, 3)
- Titik potong antara $2x + y = 6$ dan $x + 3y = 9$: (9/5, 12/5)
- Titik potong $2x + y = 6$ dengan sumbu Y: (0, 6) (Ini mungkin tidak menjadi titik sudut jika dibatasi oleh $x+3y le 9$)
- Titik potong $x + 3y = 9$ dengan sumbu X: (9, 0) (Ini mungkin tidak menjadi titik sudut jika dibatasi oleh $2x+y ge 6$)
Mari kita periksa titik-titik sudut yang terluar yang memenuhi semua kondisi:
- Titik (3,0): $2(3)+0 = 6 ge 6$ (Benar), $3+3(0) = 3 le 9$ (Benar), $3 ge 0$ (Benar), $0 ge 0$ (Benar). Titik sudut.
- Titik (0,3): $2(0)+3 = 3 ge 6$ (Salah). Jadi (0,3) bukan bagian dari daerah penyelesaian.
- Titik (9,0): $2(9)+0 = 18 ge 6$ (Benar), $9+3(0) = 9 le 9$ (Benar), $9 ge 0$ (Benar), $0 ge 0$ (Benar). Titik sudut.
- Titik (0,6): $2(0)+6 = 6 ge 6$ (Benar), $0+3(6) = 18 le 9$ (Salah). Jadi (0,6) bukan bagian dari daerah penyelesaian.
- Titik potong (9/5, 12/5): $2(9/5)+12/5 = 18/5+12/5 = 30/5 = 6 ge 6$ (Benar), $9/5+3(12/5) = 9/5+36/5 = 45/5 = 9 le 9$ (Benar), $9/5 ge 0$ (Benar), $12/5 ge 0$ (Benar). Titik sudut.
Daerah penyelesaian adalah segitiga dengan titik-titik sudut (3, 0), (9, 0), dan (9/5, 12/5). Daerah ini akan diarsir.
Analisis Tambahan:
Sistem pertidaksamaan linear sering digunakan untuk memodelkan masalah optimasi (misalnya, mencari keuntungan maksimum atau biaya minimum) di mana terdapat batasan-batasan. Menentukan daerah penyelesaian secara grafis sangat penting untuk memvisualisasikan solusi yang mungkin.
Contoh Soal 4: Vektor – Operasi dan Kombinasi Linear
Soal:
Diketahui vektor $veca = beginpmatrix 2 -1 endpmatrix$ dan vektor $vecb = beginpmatrix -3 4 endpmatrix$.
Tentukan:
a. Vektor $vecc = 2veca – vecb$
b. Vektor $vecd = vecb – 3veca$
c. Apakah vektor $veca$ dan $vecb$ sejajar? Jelaskan.
Pembahasan:
Operasi vektor melibatkan penjumlahan, pengurangan, dan perkalian skalar.
-
Langkah 1: Menghitung Vektor $vecc$
$vecc = 2veca – vecb$
Pertama, hitung $2veca$:
$2veca = 2 beginpmatrix 2 -1 endpmatrix = beginpmatrix 2 times 2 2 times -1 endpmatrix = beginpmatrix 4 -2 endpmatrix$Sekarang, kurangkan dengan $vecb$:
$vecc = beginpmatrix 4 -2 endpmatrix – beginpmatrix -3 4 endpmatrix = beginpmatrix 4 – (-3) -2 – 4 endpmatrix = beginpmatrix 4 + 3 -6 endpmatrix = beginpmatrix 7 -6 endpmatrix$Jadi, vektor $vecc = beginpmatrix 7 -6 endpmatrix$.
-
Langkah 2: Menghitung Vektor $vecd$
$vecd = vecb – 3veca$
Pertama, hitung $3veca$:
$3veca = 3 beginpmatrix 2 -1 endpmatrix = beginpmatrix 3 times 2 3 times -1 endpmatrix = beginpmatrix 6 -3 endpmatrix$Sekarang, kurangkan $vecb$ dengan $3veca$:
$vecd = beginpmatrix -3 4 endpmatrix – beginpmatrix 6 -3 endpmatrix = beginpmatrix -3 – 6 4 – (-3) endpmatrix = beginpmatrix -9 4 + 3 endpmatrix = beginpmatrix -9 7 endpmatrix$Jadi, vektor $vecd = beginpmatrix -9 7 endpmatrix$.
-
Langkah 3: Menentukan Kesejajaran Vektor
Dua vektor dikatakan sejajar jika salah satu vektor merupakan kelipatan skalar dari vektor lainnya. Artinya, $veca = k vecb$ atau $vecb = k veca$ untuk suatu skalar $k$.Kita punya $veca = beginpmatrix 2 -1 endpmatrix$ dan $vecb = beginpmatrix -3 4 endpmatrix$.
Mari kita coba cari skalar $k$ sedemikian rupa sehingga:
$beginpmatrix 2 -1 endpmatrix = k beginpmatrix -3 4 endpmatrix = beginpmatrix -3k 4k endpmatrix$Dari komponen pertama: $2 = -3k implies k = -2/3$.
Dari komponen kedua: $-1 = 4k implies k = -1/4$.Karena nilai $k$ yang diperoleh dari kedua komponen berbeda (-2/3 $ne$ -1/4), maka tidak ada skalar $k$ yang dapat membuat vektor $veca$ menjadi kelipatan skalar dari vektor $vecb$.
Kesimpulan: Vektor $veca$ dan $vecb$ tidak sejajar.
Analisis Tambahan:
Vektor adalah objek matematika yang memiliki besar dan arah. Operasi vektor sangat penting dalam fisika (misalnya, perpindahan, kecepatan, gaya) dan geometri. Konsep kesejajaran vektor dapat diperluas menjadi konsep koplanaritas dan kolinearitas dalam dimensi yang lebih tinggi.
Tips Jitu Menghadapi UTS Matematika:
- Pahami Konsep Dasar: Jangan hanya menghafal rumus. Usahakan untuk memahami asal-usul dan makna dari setiap rumus atau teorema.
- Latihan Soal Variatif: Kerjakan berbagai jenis soal, mulai dari yang mudah hingga yang menantang. Perhatikan pola soal yang sering muncul di ujian sebelumnya.
- Buat Ringkasan Materi: Catat poin-poin penting, rumus, dan contoh soal yang paling relevan untuk setiap topik.
- Diskusi dan Bertanya: Jangan ragu untuk berdiskusi dengan teman atau bertanya kepada guru jika ada materi yang kurang dipahami.
- Manajemen Waktu Saat Ujian: Alokasikan waktu dengan bijak untuk setiap soal. Jika ada soal yang sulit, jangan terlalu lama terpaku, lanjutkan ke soal lain dan kembali lagi jika waktu masih ada.
- Istirahat Cukup: Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup sebelum hari ujian agar pikiran tetap segar.
Penutup
Persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi UTS Matematika. Dengan memahami contoh-contoh soal dan pembahasannya seperti yang telah diuraikan di atas, Anda diharapkan dapat lebih percaya diri dan memiliki bekal yang cukup untuk meraih hasil terbaik. Teruslah berlatih, jangan menyerah, dan yakinlah pada kemampuan diri sendiri. Selamat belajar dan semoga sukses dalam UTS Anda!